Posts

097: I am a grown person but I have yet to figure it out.

There's an almost distant feeling when you grow up, or realise that you are a grown person. 

Past seems like a memory you wish will never fade so that you can cling to it. Tug it close to your chest like hugging a precious teddy bear of your childhood. A warmth comfort but lifeless still.
I wish I can let go of it, say that I won't need it any more. Too much I heard them saying that we should never look at our past, life moves on. Yet life as a grown person can be melancholy and poignant, sometimes. If not most of the times. Therefore the only way to bring the colours to the film is by bringing the memories that are colourful - the memory of past. Of childhood, of growing up, of adolescent, of youth. 
Of innocent, of naivety, of ignorance, of not knowing yet.
The irony is that as you grow up, you realise you are still in the state of now knowing yet maybe for forever. However, they expect you to know or at least, to act like you know. But really, who in this world knows and have i…

096: Embracing mess.

Well, hello there. It's been a while. It feels like meeting an old friend.
I should penned this somewhere. Somewhere that I might come across someday.
I tend to forget things. My mind is a mess, cluttered with unnecessary thoughts. I don't know what went wrong really but it's becoming a mess now. There are two basis for this circumstances. Number one: That's what happen to everyone when you grow up; you're mind becomes so cluttered you don't even know where to begin with. Or number two: I tend to bottled things up instead of writing it down. I don't know how to keep reminding myself again and again or even to find the time to do it but I really think writing things down helps. Even more so, I think it's becoming more important now that I've grown up and have much to say but kept it all in my mind. 

Oh, by the way, hello adulthood! I am now a working adult. Graduated and about to leave my mark on this work (yeah, right). I must say that working life is …

095: Seperti dia

Kalaulah dia melihat bintang
pada mataku
seperti mana aku lihat 
ia bersinar-sinar di bola matanya

Kalaulah dia merasa getar
seperti aku
tatkala dia tersenyum menyapa

Kalaulah tawaku
bisa membuat hatinya segar
seperti mana senyum tawanya
meruntun hati kecilku

Kalaulah aku dilihatnya 
sempurna
Seperti dia yang kulihat sempurna
di balik segala
ketidak sempurnaannya

Kalaulah aku..
Kalaulah aku...

Kalaulah...


094: Buat sekian kalinya.

Aku rindu.
Pada lantang suara kau.

Aku rindu.
Pada gelak tawa kau.

Aku rindu.
Pada gurau senda kau.

Aku rindu.
Buat sekian kalinya.
Dan rindu ini buat selamanya.


Moga kau aman disana.
Nantikan aku.
Aku akan kembali.
Bila tiba masanya nanti.


093: Perkara-perkara asyik

Dia.
Dia.
Dia.


dan juga dia.
dia
dengan huruf d kecil.
ya,
aku jumpa dia.
atas belas Dia.
Dia
dengan huruf D besar.

092: Rindu

Buat sekalian kalinya, aku rindu ruang ini.
tempat aku memuntahkan buah fikir dan rasa yang terperangkap.


 Aku fikir aku boleh hadap semua bising-bising dunia virtual tapi ini tempat terbaik aku untuk merasakan enaknya sendiri. Aku rindu sendiri. Aku rindu berkata tanpa ada yang mengadili. Aku rindu menari-nari di ruang luas sebegini, Aku harus akui, terlalu terikut dengan keasyikan ruang kecil itu. Tapi sejujurnya apa yang dapat aku lunaskan dalam 140 patah perkataan itu, mahupun dalam sekeping gambar itu? Tiada.




Jadi, aku kembali ke sini.


p/s: Hai awak, rindu. Saya tahu saya selalu take awak for granted. I'm such a fool. You're sexier than twitter, istagram, facebook, or even pinterest.



091: Ujian

Aku tahu Kau hadirkan dia dalam diri aku.
Sesekali terasa bagaikan nikmat
menumbuh sinar dalam jiwa rasa
membuat aku terasa bernyawa.

Tapi aku juga tahu Kau timbulkan dia 
pada hidupku untuk sekali ini
sebagai ujian yang mencengkam
sebagai pertanyaan, "Bukankah Aku sahaja mencukupi buatmu?"

Sejujurnya
Rindu pada Kamu itu lebih dalam rasanya
Cinta pada Kamu itu lebih asyik rasanya
Sayang pada Kamu itu lebih indah rasanya

Dan ya, Kamu sahaja mencukupi buatku.

Apa pun dia, nikmat atau ujian.
Selagi keduanya 
mendekatkan aku pada Kamu,
menemui aku kepada Kamu,
membuatkan hati aku terus menangis untuk Kamu,
dia hadiah yang tidak terharga.


Terima kasih.